Bukan
hal yang asing lagi jika akhir tahun masyarakat Indonesia selalu punya perayaan
tersendiri untuk menyambut tahun baru. Begitu banyak perayaan-perayaan yang
tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu dan hanya bisa disebutkan salah
satunya yaitu perayaan akhir tahun dalam menyambut tahun baru di Palangka Raya.
Di Palangka Raya sendiri, perayaan
akhir tahun dalam menyambut tahun baru dilakukan dengan sederhana, karena
perayaan akhir tahunnya tidak jauh beda dengan perayaan-perayaan sebelumnya
yaitu disuguhi kembang api yang memancarkan keindahan ketika sudah menjelang
detik-detik pergantian tahun menurut waktu Indonesia barat, jajanan-jajanan
dipinggir jalan yang memanjakan mata, terdapat banyaknya masyarakat baik yang
memang original dari kota ini maupun yang nonoriginal berkumpul dialun-alun
kota, ucapan-ucapan selamat tahun baru yang membanjiri sosmed, adanya konser
dari artis-artis yang banyak dikenal khalayak ramai, bunyi-bunyi terompet
dimana-mana dan lain sebagainya.
Diakhir tahun ini, kota Palangka
Raya seolah-olah dalam kacamata penulis, menjadi kota Jakarta yang tidak pernah
tidur. Hal itu terbukti saat penulis pulang dipagi hari sekitar pukul 3 subuh,
terdapat banyak masyarakat masih antusias didepan rumah yang masih sibuk dengan
perayaannya dan dijalananpun masih begitu ramai tidak seperti biasanya,
warung-warung begitu banyak yang masih beroperasi, para penjaja jagung, Kembang
api dan lain sebagainya seolah-olah tak pernah mau beristirahat untuk tidur
sejenak, lingkaran-lingkaran diskusi masih kokoh, suara-suara terompet terbang
dengan bebas diudara bersama dengan angin.
Semangat yang terpancar
dipancaindera penglihatan masyarakat dapat membuat penulis terkesima olehnya.
Saking begitu kuatnya pancaran indah pada pancaindera penglihatan mereka dapat
membuat penulis tak ada habis-habisnya untuk tersenyum-senyum bersama dinginnya
pagi yang menghampiri. Bagi penulis kebahagiaan mereka merupakan suatu anugerah
dari Tuhan yang sangat seksi karena saat sedang menulis catatan inipun, energi
kuat bagaikan permata yang menularkan keindahannya kepada semua orang terus
melekat dizona alam pemikiran penulis yang berujung pada terproduksinya
senyum-senyum baru.
Sembari menulis catatan ini, sejenak
beberapa menit penulis meminum sebuah kopi hitam hangat yang bagi pencinta kopi
memiliki cita rasa tersendiri yang dapat membuat para penikmatnya ketagihan.
Setelah meminum kopi tiba-tiba saja langit tampak hitam karena diselimuti oleh
awan gelap. Alhasil, setelah beberapa menit hujanpun turun menghampiri
apa yang ada didaratan. Saat hujan, sontak saja membuat penulis mengarahkann
titik fokus indera penglihatan pada daun keladi yang nampak tetesan suci air
hujan tak mampu untuk membasahinya serta membuatnya terserap. Sejenak bersamaan
dengan imajinasi itu, otak kanan penulis tiba-tiba memikirkan diluar hal akan apa yang ada pada catatan kali ini,
entah kenapa rasanya ada penyesalan yang menghantui. Bukan karena sesal dalam
mencatat ini, namun karena sesal akan apa yang belum dicapai selama periode
waktu silam. Begitu banyak rencana-rencana yang jika dipikirkan ketika sedang
berkontemplasi begitu terasa manisnya tapi sangat pahit ketika realita berkata
bahwa belum ada pencapaian didalamnya.
Tangan ini tak mau menuruti perintah
pikiran yang menyuruh untuk menulis rencana apa yang belum tercapai dimasa
silam. Ini karena hati menolak untuk menuangkan hasil pemikiran kedalam catatan
ini yang terdapat cita rasa dalam balutan luka-luka penulis rasakan dimasa
silam.
Jika seandainya ini adalah luka yang
secara material menurut buku filsafat ilmu yang penulis baca saat semester 1
dapat dituangkan, tentu seyogianya memang harus dituangkan. Namun ini bukan
perkara mudah yang dapat dituangkan karena termasuk pada golongan nonmaterial
yang tentu tidak dapat dilihat oleh siapapun namun hanya penulis seorang yang
mempercayainya.
Kehidupan itu bagaikan sebuah
permainan dalam game online yang lahir diera modern dan post modern, dimana
selalu ada tantangan-tantangan disetiap level kehidupan yang merupakan
akuntabel kita sebagai aktor utama didalam kehidupan. Ada saat menang. Ada
saatnya kalah, ada yang tercapai, ada pula saatnya yang belum tercapai. Selalu
mempunyai dualisme sisi yang disebut dengan antonim. hal-hal yang penulis
percayai ialah hal yang dapat penulis percaya, realitas ataupun nonrealitas itu
semua tergantung pada apa yang dipercayai masing-masing, karena kita hidup
didalam didunia pancawarna yang indah, namun sedikit saja ada yang salah
perspektif akan dapat membuat pancawarna itu menjadi mono warna.
Akhir kata, semoga apa yang belum
tercapai dimasa silam sebelumnya dapat tercapai dimasa baru yaitu ditahun yang
baru ini. SELAMAT TAHUN BARU 1 JANUARI 2019, TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA,
sekian dan terima kasih.
pub-9703219827204705, DIRECT, f08c47fec0942fa0




eheyyy
ReplyDeleteSiap😂
DeleteTernyata seru juga ya disana, haha
ReplyDeleteYosh, Lumayan Yoga...hehe gk mampir ke pky Kh..wkwk
DeleteOPPO POKER BONUS NEW MEMBER 20.000!!!
ReplyDeleteAYO JOIN SEKARANG DAN LIVECHAT DENGAN CS TERBAIK DAN TER-RAMAH NYA OPPO POKER! ^_^