Informatif, edukatif, akurat dan terpercaya menyajikan informasi seputar filsafat, sosial, politik, pemerintahan, buku dan opini.

test pub-9703219827204705, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

1/01/2019

Akhir Tahun 2018



Bukan hal yang asing lagi jika akhir tahun masyarakat Indonesia selalu punya perayaan tersendiri untuk menyambut tahun baru. Begitu banyak perayaan-perayaan yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu dan hanya bisa disebutkan salah satunya yaitu perayaan akhir tahun dalam menyambut tahun baru di Palangka Raya.

            Di Palangka Raya sendiri, perayaan akhir tahun dalam menyambut tahun baru dilakukan dengan sederhana, karena perayaan akhir tahunnya tidak jauh beda dengan perayaan-perayaan sebelumnya yaitu disuguhi kembang api yang memancarkan keindahan ketika sudah menjelang detik-detik pergantian tahun menurut waktu Indonesia barat, jajanan-jajanan dipinggir jalan yang memanjakan mata, terdapat banyaknya masyarakat baik yang memang original dari kota ini maupun yang nonoriginal berkumpul dialun-alun kota, ucapan-ucapan selamat tahun baru yang membanjiri sosmed, adanya konser dari artis-artis yang banyak dikenal khalayak ramai, bunyi-bunyi terompet dimana-mana dan lain sebagainya.

            Diakhir tahun ini, kota Palangka Raya seolah-olah dalam kacamata penulis, menjadi kota Jakarta yang tidak pernah tidur. Hal itu terbukti saat penulis pulang dipagi hari sekitar pukul 3 subuh, terdapat banyak masyarakat masih antusias didepan rumah yang masih sibuk dengan perayaannya dan dijalananpun masih begitu ramai tidak seperti biasanya, warung-warung begitu banyak yang masih beroperasi, para penjaja jagung, Kembang api dan lain sebagainya seolah-olah tak pernah mau beristirahat untuk tidur sejenak, lingkaran-lingkaran diskusi masih kokoh, suara-suara terompet terbang dengan bebas diudara bersama dengan angin.

            Semangat yang terpancar dipancaindera penglihatan masyarakat dapat membuat penulis terkesima olehnya. Saking begitu kuatnya pancaran indah pada pancaindera penglihatan mereka dapat membuat penulis tak ada habis-habisnya untuk tersenyum-senyum bersama dinginnya pagi yang menghampiri. Bagi penulis kebahagiaan mereka merupakan suatu anugerah dari Tuhan yang sangat seksi karena saat sedang menulis catatan inipun, energi kuat bagaikan permata yang menularkan keindahannya kepada semua orang terus melekat dizona alam pemikiran penulis yang berujung pada terproduksinya senyum-senyum baru.

            Sembari menulis catatan ini, sejenak beberapa menit penulis meminum sebuah kopi hitam hangat yang bagi pencinta kopi memiliki cita rasa tersendiri yang dapat membuat para penikmatnya ketagihan. Setelah meminum kopi tiba-tiba saja langit tampak hitam karena diselimuti oleh awan gelap. Alhasil, setelah beberapa menit hujanpun turun menghampiri apa yang ada didaratan. Saat hujan, sontak saja membuat penulis mengarahkann titik fokus indera penglihatan pada daun keladi yang nampak tetesan suci air hujan tak mampu untuk membasahinya serta membuatnya terserap. Sejenak bersamaan dengan imajinasi itu, otak kanan penulis tiba-tiba memikirkan diluar  hal akan apa yang ada pada catatan kali ini, entah kenapa rasanya ada penyesalan yang menghantui. Bukan karena sesal dalam mencatat ini, namun karena sesal akan apa yang belum dicapai selama periode waktu silam. Begitu banyak rencana-rencana yang jika dipikirkan ketika sedang berkontemplasi begitu terasa manisnya tapi sangat pahit ketika realita berkata bahwa belum ada pencapaian didalamnya.

            Tangan ini tak mau menuruti perintah pikiran yang menyuruh untuk menulis rencana apa yang belum tercapai dimasa silam. Ini karena hati menolak untuk menuangkan hasil pemikiran kedalam catatan ini yang terdapat cita rasa dalam balutan luka-luka penulis rasakan dimasa silam.

            Jika seandainya ini adalah luka yang secara material menurut buku filsafat ilmu yang penulis baca saat semester 1 dapat dituangkan, tentu seyogianya memang harus dituangkan. Namun ini bukan perkara mudah yang dapat dituangkan karena termasuk pada golongan nonmaterial yang tentu tidak dapat dilihat oleh siapapun namun hanya penulis seorang yang mempercayainya.

            Kehidupan itu bagaikan sebuah permainan dalam game online yang lahir diera modern dan post modern, dimana selalu ada tantangan-tantangan disetiap level kehidupan yang merupakan akuntabel kita sebagai aktor utama didalam kehidupan. Ada saat menang. Ada saatnya kalah, ada yang tercapai, ada pula saatnya yang belum tercapai. Selalu mempunyai dualisme sisi yang disebut dengan antonim. hal-hal yang penulis percayai ialah hal yang dapat penulis percaya, realitas ataupun nonrealitas itu semua tergantung pada apa yang dipercayai masing-masing, karena kita hidup didalam didunia pancawarna yang indah, namun sedikit saja ada yang salah perspektif akan dapat membuat pancawarna itu menjadi mono warna.

            Akhir kata, semoga apa yang belum tercapai dimasa silam sebelumnya dapat tercapai dimasa baru yaitu ditahun yang baru ini. SELAMAT TAHUN BARU 1 JANUARI 2019, TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA, sekian dan terima kasih.

5 comments:

  1. Ternyata seru juga ya disana, haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yosh, Lumayan Yoga...hehe gk mampir ke pky Kh..wkwk

      Delete
  2. OPPO POKER BONUS NEW MEMBER 20.000!!!
    AYO JOIN SEKARANG DAN LIVECHAT DENGAN CS TERBAIK DAN TER-RAMAH NYA OPPO POKER! ^_^

    ReplyDelete

Post Top Ad

Your Ad Spot

PAGES